Wellcome Text

Selamat Datang di Blog PD.Pasar Buleleng !!

Rabu, 13 Juli 2011

Musyawarah Nasional II Asparindo

LATAR BELAKANG

Usaha perpasaran nasional saat ini berkembang sangat pesat khususnya perpasaran di kota-kota besar baik tradisional maupun modern, hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kebutuhan akan tempat usaha bagi masyarakat dan makin meningkat dan beragamnya keinginan konsumen dalam menentukan tempat berbelanja.

Asparindo yang beranggotakan seluruh pengelola pasar tradisional atau pasar daerah di Indonesia baik yang berada di kabupaten maupun kotamadya  dengan jumlah pasar di seluruh Indonesia mencapai puluhan ribu pasar serta jumlah pedagang  mencapai jutaan orang, terus berupaya agar mampu menjadi mitra strategis pemerintah dan membantu anggotanya agar lebih profesional, dan menjadikan pasar tradisional lebih nyaman dan kebanggaan daerahnya masing-masing.

Akhir-akhir ini pasar tradisional baik di Jakarta maupun di daerah terus melakukan pembenahan, disamping pembenahan manajemen, juga melakukan renovasi ataupun peremajaan pasar.   Salah satu yang dibutuhkan oleh pengelola pasar adalah pernyempurnaan manajemen, kredit kontruksi, kredit kepemilikan kios ataupun kredit modal kerja.    Dengan keberpihakan  pemerintah, dunia perbankan, swasta dan upaya pengelola pasar akan memberikan iklim yang kondusif terhadap perkembangan dan eksistensi pasar tradisional.

Kehadiran Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 53 Tahun 2008 akan memberikan angin perubahan atau tidak sama sekali apabila tidak ada upaya-upaya serius baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Salah satu tujuan ASPARINDO adalah menghimpun, membina dan mengembangkan potensi para pengelola perpasaran sebagai penyedia sarana perpasaran yang tangguh dan mandiri dan membantu mewujudkan adanya usaha-usaha yang terpadu dan terarah dalam rangka memperbaiki dan memenuhi seluruh aspek pengelolaan perpasaran.

Adanya Asosiasi  ini diharapkan mampu memberikan solusi, alternatif  jalan keluar serta kebersamaan dalam menentukan sikap dan arah agar pasar tradisional tetap eksis dan berkembang menjadi pasar tradisional modern yang kokoh dan berdaya saing global.

WAKTU DAN TEMPAT
Musyawarah Nasional Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia akan di adakan pada tanggal 18 – 20 Juli 2011 di Aryaduta Hotel Jl.Prapatan No. 44 - 48,  Jakarta

PESERTA
Peserta yang hadir dalam acara Musyawarah Nasional  Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia adalah  Kepala Dinas/Kepala Pengelola Pasar/Direksi BUMD/PD Pasar di seluruh Indonesia.

Senin, 08 November 2010

Grand Design Pengelolaan Pasar Mumbul

Unit Pasar Mumbul/Loak Singaraja
               Pasar Mumbul yang oleh Masyarakat lebih dikenal sebagai Pasar Loak, sejak mengalami rehab total oleh Pemkab Buleleng dan diresmikan oleh Bupati Buleleng pada Tanggal 27 Pebruari 2007, dengan bangunan megah berlantai II dengan lokasi di Pusat Kota Singaraja yaitu di Jalan A.Yani Singaraja dengan pintu masuk utama terletak di Jalan Angrek dengan konsep awal bahwa dengan dibangunnya pasar ini akan menjadi solusi untuk mengatasi kesemberawutan dan kelebihan pedagang di Pasar Anyar Singaraja dan terbukti setelah di resmikan sudah dilakukan langkah-langkah relokasi dengan mendata pedagang yang tidak mempunyai hak registrasi di Pasar Anyar Singaraja dan meralokasinya ke Pasar Mumbul namun hal ini hanya berlangsung singkat kurang dari sebulan pedagang-pedagang tersebut satu demi satu hilang dan kembali ke Pasar Anyar Singaraja sehingga sampai saat ini Pasar Mumbul yang terisi oleh pedagang hanya di Lantai I itupun tidak semua tempat terisi dan kebanyakan ditempati oleh pedagang loakan dan burung dan di Lantai II sama sekali tidak terisi oleh pedagang sehingga oleh sebagaian besar masyarakat menilai bahwa bangunan di Lantai II tersebut mubazir.
                Adapun potensi Pasar Mumbul sekarang adalah Toko 11 dan Los 115 sehingga berjumlah 126, sehingga boleh dikatakan potensinya sangat kecil dibanding dengan kwantitas yang dimiliki.Dengan adanya masalah seperti ini membuat pihak Direksi berpikir keras bagaimana bisa mengangkat potensi pasar ini sehingga muculah ide dan gagasan oleh Direksi melalui Direktur Utama untuk merevitalisasi Pasar Mumbul dengan memanfaatkan Lantai II untuk tempat penjualan buku-buku bekas atau baru dengan harga yang murah atau terjangkau oleh masyarakat luas disamping itu juga untuk penjualan Komputer PC dan Laptop Bekas.
                 Untuk di Lantai I di rencanakan akan di pergunakan sebagai Pujasera ( Pusat Jajanan Serba Ada ) yang akan menampung makanan-makanan khas Buleleng sehingga sektor ekonomi kerakyatan akan tersalurkan dan untuk kenyamanan pengunjung disana akan disediakan akses internet gratis ( Free Wifi ) bagi pengunjung sambil menikmati makananan yang dipesan.
                 Dengan konsep seperti diatas yang menjadi kendala adalah siapa yang akan berjualan terutama untuk buku bekas dan PC atau Laptop bekas maka oleh karena itu Direktur Utama beberapa waktu yang lalu sudah melakukan study banding sekaligus menjajagi investor yang kemungkinan akan memanfaatkan fasilitas di Lantai II tersebut.Namun yang menjadi pertanyaan apakah Pemkab akan menyetujui konsep ini dan apakah Pemkab akan mau menyediakan lahan baru untuk merelokasi para pedagang loak yang berjualan saat ini.Dan untuk suksesnya program ini perhatian Pemkab dan Masyarakat sangat diperlukan khususnya adanya kerja sama yang baik dari Pedagang yang berada di Pasar Mumbul sekarang, walaupun ini masih sebatas wacana namun jika mendapat dukungan dan persetujuan Pemerintah Kabupaten kami hal ini pasti akan terwujud.by:parjoe
              

Sabtu, 23 Oktober 2010

PD Pasar News

Direksi dan Staf PD.Pasar Kabupaten Buleleng
                    Jum'at 22 Oktober 2010, Seluruh jajaran PD.Pasar Kabupaten Buleleng melaksanakan persembahyangan bersama di Kantor PD.Pasar dan Pura Melanting Pasar Buleleng serangkaian pujawali yang jatuh pada hari Purnama sasih Kelima,selain melaksanakan persembahyangan hari ini juga bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan Surat Edaran dari Pemerintah Propinsi Bali yang mengimbau agar setiap hari Purnama dan Tilem seluruh pegawai yang beragama Hindu  memakai pakaian adat dan melaksanakan upacara persembahyangan.
Dalam kesempatan itu Direktur Utama juga menyerahkan Dana Punia kepada pengempon Pura Melanting Pasar Buleleng.
               Walau masih terasa asing menggunakan pakaian adat untuk melaksanakan aktivitas pekerjaan di kantor dengan berjalannya waktu hal ini akan menjadi kebiasaan pada Hari Purnama dan Tilem.by parjoe

Senin, 04 Oktober 2010

Ucapan HUT TNI



Seluruh Direksi dan Staf PD.Pasar Kabupaten Buleleng
Mengucapkan

" DIRGAHAYU HUT TNI KE-65 "
TANGGAL 05 OKTOBER 2010
SEMOGA TNI SELALU JAYA DAN SUKSES DALAM MENGEMBAN TUGAS NEGARA